Batu Ratapan Angin, Atap Penjuru Dieng
Sumber:
Dokumen Pribadi
Sedang
membutuhkan sesuatu yang dapat melepas penat? Atau mungkin butuh penyegaran
untuk feeds instagram yang itu itu saja? Tenang saja, kali ini saya akan
memberikan ide tentang destinasi yang bisa kamu masukkan ke dalam daftar
rencana wisatamu di masa mendatang. Batu Ratapan Angin merupakan salah satu
dari sekian banyak objek wisata yang terdapat di Kawasan Wisata Dataran Tinggi
Dieng. Batu Ratapan Angin nampak seperti tebing-tebing batu yang indah dan
sangatlah cocok untuk berfoto ria. Batu Ratapan Angin terletak di Desa Dieng
Wetan, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, sekitar setengah hingga satu jam
dari pintu masuk kawasan Dataran TInggi Dieng.
Batu
Ratapan Angin merupakan destinasi wisata alam yang kekuatan utamanya terletak
pada keindahan alamnya dan lebih mengarah kepada wisata sightseeing yang
unik. Pemandangan di destinasi ini menyuguhkan keindahan dua danau atau telaga,
yaitu Telaga Warna dan Telaga Pangilon. Selain daya tarik utama tadi,
pengunjung juga dapat melihat pemandangan sekitar Dieng berupa perkebunan di
dataran tinggi yang terasa menyejukkan ketika dipandang dan ada pula
pemandangan Gunung Prau yang terlihat di penghujung mata.
Poin
menarik dari destinasi wisata ini sendiri adalah tempat ini merupakan sebuah
destinasi yang cocok untuk diabadikan. Foto memang menjadi daya tarik
tersendiri di destinasi ini, belum lengkap rasanya jika belum berfoto di
destinasi yang satu ini. Terdapat berbagai spot foto yang bisa dijajal di
tempat ini, ada yang gratis ada pula yang berbayar. Salah satu spot foto yang
paling ramai dan menurut saya memang merupakan spot paling unik adalah di atas
sebuah batu yang memiliki latar pemandangan telaga yang indah. Selain spot foto
tadi, terdapat juga spot foto di depan tulisan Batu Ratapan Angin yang biasanya
digunakan untuk berfoto secara kelompok, rombongan wisata besar biasanya
menggunakan spot foto ini sebagai kenang-kenangan. Selain dua spot foto di atas
disediakan pula spot foto yang berbayar berupa sebuah dek menjorok ke arah
telaga yang sebenarnya hampir sama dengan spot foto di atas batu yang sudah
saya sebutkan sebelumnya, namun lebih luas dan aman, sehingga anak-anak dan
orang yang sudah tua pun dapat berfoto dengan latar belakang telaga warna.
Sumber:
Dokumen Pribadi
Selain hal yang telah disebutkan tadi masih banyak hal lain yang terdapat di dalam destinasi ini. Spot foto lain pun masih banyak dan bertebaran di setiap sisi tempat ini karena memang tempat ini sangat indah untuk diabadikan. Bahkan tempat untuk bersantai seperti gubuk kecil dan bangku-bangku di destinasi ini pun bisa menjadi spot foto yang menarik dan pantas untuk dipajang di media sosial. Meskipun tempat ini penuh dengan spot foto, pengunjung juga dapat bersantai di tempat yang disediakan, seperti pada dek tinggi yang biasa digunakan oleh fotografer untuk memotret telaga dari atas, tempat duduk di bawah dek pun bisa digunakan untuk bersantai. Terdapat pula rumah makan kecil yang menjual berbagai makanan ringan untuk sekadar mengganjal perut. Selain hal di atas terdapat pula spot foto untuk berfoto bersama burung hantu dan tentunya dikenai biaya tambahan.
Foto 3. Foto di Depan Tulisan Batu Pandang Ratapan Angin
Sumber: Dokumen Pribadi
Meskipun
tempat ini indah tetapi perlu perjuangan untuk mencapai tempat ini. Medan yang
ditempuh cukup panjang dan sulit karena harus melewati daerah yang naik turun
seperti perbukitan meskipun memang jalannya sudah rata, baik, dan diaspal.
Namun, meski begitu untuk dapat sampai ke Batu Ratapan Angin diperlukan
transportasi yang memumpuni, beberapa motor bahkan kesulitan untuk mencapai
tempat ini, mobil travel juga begitu. Hal ini juga termasuk kepada tingkat
keamanannya yang memang cukup mengerikan apabila terjadi kecelakaan di
perjalanan menuju destinasi ini karena jalannya cukup sempit dan berada di tepi
jurang.
Batu
Ratapan Angin ini dapat dimasuki dengan membayar tiket sebesar Rp10.000,00
saja. Menurut saya destinasi ini merupakan destinasi yang cocok untuk
dikunjungi berbagai kalangan terutama untuk kalian yang memang senang untuk
memamerkan foto di media sosial kalian. Memang harus melewati jalan yang cukup
melelahkan tetapi untuk melihat sesuatu yang indah memang butuh perjuangan bukan?





Komentar
Posting Komentar